Ramalan Kartu Tarot : Ramal dan Konsultasi

Ramalan kartu tarot yang berkembang saat ini di masyarakat cenderung untuk membacakan hal seputar nasib manusia, seperti asmara, karir, keuangan, kesehatan, dll. Dalam durasi pembacaan Tarot yang relatif singkat, Anda dapat segera mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin belum Anda temukan melalui kartu. Si pembaca Tarot pun akan membantu Anda untuk memetakan permasalahan dan juga memberikan saran mengenai apa yang bisa dilakukan dalam situasi terserbut. Sesi pembacaan Tarot sering juga disebut juga konsultasi. Dimana dalam setiap sesi terjadi pertukaran pikiran untuk mendapatkan nasihat, saran yang sebaik mungkin, sehingga tidak hanya sekedar pembicaraan satu arah saja.

 konsultasi tarotSecara umum, ramalan kartu Tarot telah menjadi media alternatif yang digunakan masyarakat untuk berkonsultasi tanpa harus mendapatkan citra negatif yang mungkin didapatkan ketika berkonsultasi dengan Psikolog/Psikiater. Namun tentunya sangat perlu dipahami, bahwa pembacaan kartu Tarot bukan pengganti konsultasi dari ahli semacam dokter, psikolog/psikiater, pengacara dsb. Meski pada prakteknya, tak jarang orang lebih mendapatkan pencerahan ketika berkonsultasi dengan pembaca Tarot dibanding tenaga ahli di bidangnya. Faktor yang mendukung diantaranya mengenai dana yang dikeluarkan untuk berkonsultasi, waktu, dan unsur entertainment/hiburan yang melekat pada pembacaan Tarot itu sendiri. Berdasarkan survey pribadi, pembaca Tarot yang baik akan membuat Anda merasa nyaman untuk menceritakan masalah pribadi walaupun baru pertama kali itu Anda bertemu. Faktor inilah yang membuat para klien terbuka dan mampu mendapatkan pencerahan untuk dirinya.

Di Indonesia, jasa pembacaan kartu Tarot belumlah memiliki aturan baku, namun di luar negeri, pembacaan model Ramal/Fortune Telling/Divinasi wajib memberitahukan kepada pengguna jasa, bahwa pembacaan merupakan bagian dari entertainment atau hiburan. Jika si pembaca Tarot ternyata menipu klien menggunakan jasanya maka klien dapat mengajukan tuntutan hukum dan meminta kembali uang yang telah diberikan. Namun hal ini masih tetap menjadi kontroversi tersendiri hingga kini. Setiap orang memiliki kebenarannya masing-masing, dan sebaiknya memang seorang pembaca Tarot tetap memperhatikan etika, dan norma dalam menjual jasa kepada kliennya.

 

Membaca kartu Tarot dapat menggunakan beberapa pendekatan. Diantaranya adalah ramal dan konsultasi.

Dalam KBBI dijelaskan arti dari ramal sebagai berikut :

ramal1/ra·mal/ ark n 1 pasir; 2 pasir yang dipakai untuk melihat nasib atau mengetahui apa yang akan terjadi (primbon, perhitungan, dan sebagainya): membaca (membilang, membuka) — , melihat nasib orang dengan membaca kitab nujum;

meramal/me·ra·mal/ v 1 melihat nasib orang dengan membuka ramal; 2 menduga; menelaah: dari peristiwa penting, orang bijaksana dapat ~ malapetaka yang bakal datang;meramalkan/me·ra·mal·kan/ v melihat (menduga) keadaan (hal) yang akan terjadi;

ramalan/ra·mal·an/ n hasil meramal: ~ nya tentang nasib seseorang sangat jitu;~ cuaca prakiraan cuaca

 

sedangkan konsultasi dalam KBBI artinya adalh sebagai berikut:

konsultasi/kon·sul·ta·si/ n pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan (nasihat, saran, dan sebagainya) yang sebaik-baiknya;

— medis perundingan antara pemberi dan penerima layanan kesehatan yang bertujuan mencari penyebab timbulnya penyakit dan menentukan cara pengobatannya;

 

dari kedua arti di atas, sesi pembacaan Tarot dapat menjadi sebuah bacaan ramal saja atau ramal dan konsultasi. Sejauh ini, dikarenakan kata ‘ramal’ cenderung pada konotasi negatif, dan cenderung dilarang oleh agama, maka banyak juga yang menggantinya menjadi kata ‘prediksi’

 

arti dalam KBBI sendiri adalah sebagai berikut :

prediksi/pre·dik·si/ /prédiksi/ n ramalan; prakiraan: — cuaca untuk hari ini ternyata cocok;

memprediksi/mem·pre·dik·si/ v meramal: dia ~ bahwa mata uang rupiah akan terus menguat;memprediksikan/mem·pre·dik·si·kan/ v memprediksi

 Tidak jauh berbeda kan sebenarnya?
Menurut saya, jika meramal, seseorang dapat menggunakan sebuah media atau tidak. Menghubung-hubungkan suatu sebab dan akibat, melihat pertanda, simbol dll seringkali mengacu pada intuisi dan pengalaman masing-masing orang. Contohnya, melihat awan gelap berarti ramalannya akan hujan, tidak belajar saat akan ujian maka diramalkan akan tidak lulus, dsb.
ramalan kartu tarot

Perediksi cenderung membutuhkan sebuah media sebagai dasar acuan meski tetap memerlukan pengalaman juga. Contohnya: data statistik survey pasar saham untuk prediksi harga esok hari hingga sebulan ke depan, diagnosa pasien untuk menentukan penyakit, hingga posisi bintang untuk menentukan sifat manusia.

Sementara konsultasi merupakan proses menggunakan berbagai macam pengetahuan seseorang untuk berdiskusi dengan media ataupun tidak dengan tujuan memberikan nasihat yang baik. Konsultasi yang baik dan benar bukan hanya sekedar memberikan ramalan atau prediksi yang tepat, melainkan bagaimana proses konsultasi itu dapat membantu klien untuk tercerahkan, bertumbuh dan tentu saja terbantu dalam setiap sesinya. Bisa saja tidak harus membuka kartu Tarot untuk membuat klien menemukan jalan keluar atas masalahnya, namun justru ketika klien didengarkan dan diberi motivasi ia dapat kembali semangat untuk menjalani kehidupannya. Pertukaran informasi yang terjadi dapat digunakan untuk berdiskusi dalam mencari penyelesaian. Ada pilihan-pilihan yang bisa dilakukan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

 

Tentu saja dalam setiap pendekatan tersebut tidak ada yang dijamin 100% akurat. Hanya Tuhan saja yang bisa menentukan meski manusia telah berusaha. Oleh karenanya, tidak akan ada peramal yang akan selalu akurat 100%, Seperti halnya prediksi mendung tak selalu akan terjadi hujan. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil ramalan dan prediksi. semuanya perlu ditinjau lebih mendalam dan mendetil sesuai situasi dan kondisi.

 

Kamu sendiri lebih cenderung yang mana my Dear Ones?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *