Memulai Dengan The Fool

“Pernahkah kamu berpikir satu hal yang pada suatu saat ingin lakukan,
tapi kita takut melakukannya?”

Setiap orang pasti pernah mengalaminya, lebih dari sekali mungkin? Bahkan orang yang sangat percaya diri sekalipun mempunyai satu atau beberapa hal yang membuatnya takut melangkah. Mulai dari Hal sederhana seperti bergabung dalam satu komunitas baru, berbicara di depan umum, sampai hal rumit ganti pekerjaan, mengubah karir, memulai suatu usaha baru secara mandiri, bahkan ketika mengungkapkan perasaan kita pada seseorang yang kita sukai. Walau waktu berjalan kita berpikir tetap berat dan tidak bisa melakukannya.

Seorang pelatih renang ditanya,

“Bagaimana cara berenang?”,

jawab si Pelatih “Masuklah ke kolam”.

The Fool – Radiant Waite Tarot- US Games

Untuk berenang teori tidak akan bisa dipraktekkan jika tidak masuk ke kolam. Tidak akan orang bisa merasa berenang tanpa merasakan berenang itu sendiri, di dalam kolam tentunya. Tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi jika masuk ke kolam, yang diketahui hanyalah si pelatih akan mengawasi dan memberikan petunjuk yang terbaik. Demikian juga kita dalam memulai suatu hal yang baru, yang ingin kita lakukan.

Lakukan saja, Tuhan Semesta Alam akan mendukung dengan pengalaman baru jika kita mengarunginya.

Membaca Tarot awalnya adalah rasa penasaran bagi saya. Berawal dari pendapat tarot sebagai ramalan berubah menjadi sebuah alat untuk pengembangan diri. Berbagai literatur dan buku saya baca dan saya praktekkan kepada beberapa orang kenalan dan kenalan dari kenalan.

Awalnya belum pernah saya melakukannya untuk sebuah acara tertentu, di tengah keramaian, atau dengan nilai komersil. Sampai suatu saat komunitas tarot yang saya ikuti menginginkan saya mengisi di suatu acara radio menyambut tahun baru, sendiri. Pertama saya menolaknya, saya menganggap belum berpengalaman, hingga tawaran kedua datang saya mencoba berkonsultasi dengan diri sendiri menggunakan kartu tarot.

 

Kartu yang saya ambil bernama “The Fool” (Si Lugu, Si Naif, si Goblok :D) dan saya memutuskan untuk ‘terjun nyemplung’ di ‘Kolam’. Saya Bilang Ya.

“Sebuah Perjalanan berjarak seribu mil dimulai dengan langkah pertama”, sebuah kutipan dari Lao Tzu. Petualangan yang sangat sulit dan panjang dimulai dari titik awal, titik nol. Dalam kartu Tarot, kartu The Fool diberi nomor 0 (nol), kosong.

Akan lebih mudah dijelaskan sebagai kanvas lukisan yang masih kosong. Atau buku yang masih kosong. Sebuah awal mula, awal langkah. The Fool adalah kekosongan dengan nilai potensial untuk berbentuk apapun. The Fool yang berarti Si Bodoh, Si Naif, Si Lugu.
Bertindak tanduk percaya diri tanpa pernah merasakan gagal atau berhasil. Ini semua tentang disini, saat ini, dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tetapi dalam simbol kartu The Fool, terlihat dia membawa bungkus kain, jadi tidak sepenuhnya kosong. Bungkus kain ini adalah bekal, bekal kecil. Bekal ini adalah pengalaman. Bekal ini ada tetapi tidak membebani perjalanan yang akan dimulainya. Sehingga terasa tanpa beban, seperti kosong.

Ketika kita melakukan sesuatu dengan prinsip kosong atau nol, yang bisa kita lakukan adalah percaya, percaya pada diri sendiri, percaya pada semesta, percaya bahwa ada hal yang baik yang bisa kita berikan, dan semua akan baik-baik saja. Terlihat lugu dan naif, tapi itu intinya. Lepas semua sampah ketakutan, kekhawatiran, dan semua alasan-alasan bahwa hal ini tidak bisa dilakukan, akan lebih baik ditinggalkan. Lepaskan, Apapun yang terjadi kita tidak tahu akan jadi apa, ambillah resiko.

Tahun baru tiba, segala hal yang saya pelajari tiba-tiba seakan-akan hilang. Ketika masuk di ruang tunggu saya bertemu dengan pengisi acara, band indie dan kru band. Walau gugup saya berkenalan dan berbicara agak tegang. Mereka satu persatu bertanya tentang tarot dan menginginkan dibacakan tarot. Di ruang tunggu itu saya membaca satu persatu orang yang di ruang tunggu. Tidak terasa perlahan rasa gugup, kaku dan tidak akrab menjadi cair. Semua dengan semangat tinggi dan antusias tertarik dengan metode konsultasi Tarot. Sampai acara bincang-bincang di radio dimulai, pembacaan Tarot menjadi lancar. Walau saya senang memberikan pembacaan Tarot dan menghibur mereka, sebenarnya sayalah yang menerima banyak pembelajaran. Hal ini mengajarkan saya, jika ingin melakukan sesuatu yang ingin kita lakukan tetapi berat, maka ‘terjunlah’ di ‘kolam’.
Karena Tidak ada yang ‘Terjun’ menggantikan kita. Jadilah Pahlawan
bagi dirimu sendiri. Keep Fightin’.

 

 

Ian Yudha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *