Kisah Kamu #1: Tarot Membuka Jalanku

Hallo,

Perkenalkan saya Natsu. Saya merupakan penggemar ilmu Divinasi dari masa kuliah. Sebelum memasuki pengalaman saya sesuai judul di atas, saya ingin memperkenalkan diri saya. Saya cuma orang biasa seperti pada umumnya. Hanya saja, pada waktu kuliah saya dikenalkan oleh teman setumpuk kartu berjumlah 78 buah.

Kisah Kamu - Natsume

Ilustrasi : Dark Grimoire Tarot

Pada saat itu, saya bertanya pada teman saya, “Ini apa?”

“Ini kartu Tarot. Kamu kalau lagi galau, kartu ini bisa membantumu.”

“Gimana bisa?” Pikir saya pada saat itu.

Akan tetapi, selama beberapa hari saya terus kepikiran apa iya kartu itu bisa memberikan solusi untuk tantangan yang saya hadapi?

Perkataan teman saya terus membayangi hingga membuat saya pening. Pada akhirnya saya menyerah, lalu memutuskan untuk menghubungi teman saya yang memperkenalkan kartu itu pada saya.

Teman saya mengatakan, kartu-kartu itu bisa dibeli secara online melalui website. Berbekal rasa penasaran, akhirnya saya memesan salah satu deck yang entah apa nama deck kartu tersebut. Setelah sampai di Osaka, kurang lebih memakan waktu 1 bulan. Saya buru-buru membuka packaging yang telah sampai di apartemen saya.

Sepertinya menarik. Saya membatin. Lalu membuka dan ‘menggeledah’ kartu itu.

Saya buka buku petunjuk dari kartu itu. Ya ampun, Bahasa Inggris! Kemampuan Bahasa Inggris saya bisa dibilang cukup buruk. Hehehe

Karena pada dasarnya saya nekat, saya mencoba untuk membuka tantangan adik saya di rumah. Adik saya bercerita apa yang ia alami di sekolahnya pada saya. Selanjutnya, saya membuka kartu yang telah adik saya ambil. Singkat kata, adik saya shock karena mendengar apa yang saya ucapkan. Bagaimana saya bisa tahu? Saya sendiri juga bingung pada saat itu.

Mungkinkah, Tuhan telah memilih saya sebagai salah satu perantara untuk pertanda dan pesan-Nya?

Mulai saat itu saya berani membuka kartu untuk menjawab tantangan yang dihadapi teman saya, hingga dosen. Dan saya dikenal di kampus sebagai ‘Pewacana Tarot’. Tetapi bukan itu yang saya cari. Saya tak ingin mencari kepopuleran karena kartu. Saya cuma ingin membantu teman-teman saya yang sedang menghadapi tantangan di hidup mereka.

Pada tahun 2012, saya dari Osaka ke Jakarta. Nekat membuka usaha sendiri yaitu sebuah redaksi majalah. Sebetulnya saya juga tak yakin apa bisnis ini merupakan profit yang bagus? Saya buka Tarot saya untuk menanyakannya. Kata Tarot saya, bisnis saya akan berjalan walau pelan dan akan ada seseorang yang menghidupkan bisnis saya. Salah satunya seorang perempuan dan 3 orang laki-laki.

Siapa yang kartu itu maksud?

Kemudian, saya membuka lowongan pekerjaan hingga akhirnya ada seorang laki-laki bernama Nathan, Seto dan Rio yang bekerja sebagai desainer grafis menghidupkan redaksi saya. Itu nyaris tak masuk akal kan?

2 minggu kemudian, ada seorang perempuan melamar kerja di tempat saya. Entahlah, saya betul-betul tertarik dengan perempuan itu. Lebih tepatnya saya melihat portofolio yang ia buat. Perempuan itu bernama Alana. Persis seperti apa yang Tarot saya katakan sifat dari perempuan itu.

1 tahun kemudian, saya ada kepentingan mendesak yang harus saya selesaikan di Osaka. Pekerjaan saya sebagai host di Osaka cukup padat. Akhirnya, saya mempercayakan Nathan untuk menggantikan saya sementara di kantor.

Bagaimana dengan pengalaman saya memasyarakatkan Tarot di Indonesia?

Tahun 2014 saya kembali ke Jakarta sebentar untuk memantau bagaimana perkembangan redaksi saya? Puji Tuhan baik-baik saja.

Selanjutnya, saya tanpa sengaja melihat salah satu lowongan di internet untuk mengisi acara dan stand untuk Fortune Telling.

Saya mencoba dan hasilnya cukup lumayan. Namun tak sedikit pengunjung yang mampir ke stand tak percaya dengan apa yang saya katakan. Saya hanya tersenyum. Rejeki tak kemana kan?

Semakin lama, tawaran job semakin banyak. Membuat saya kebingungan. Apa yang harus saya lakukan? Tetap mengambil job atau tidak? Di samping itu, keberangkatan saya ke Osaka harus disegerakan. Saya tak ambil job untuk saat itu dan memilih pulang.

Apa yang mereka katakan tentang kartu saya?

Tidak sedikit yang menganggap positif namun tak sedikit pula mengganggap saya negatif.

Salah satunya, menganggap Tarot adalah Musyrik dan permainan Iblis. Saya di tuduh seorang Dukun Tarot karena koleksi saya cukup banyak. Bukan hanya dukun, saya juga dituduh penipu karena ‘berbohong’ soal ramalan pada mereka. Saya hanya menyampaikan apa yang saya lihat dari kartu bukan untuk menipu.

Saya bersyukur, karena Tarot saya jadi lebih tahu mana jalan yang harus saya ambil dan mengetahui berbagai jenis karakter orang lain.

Salam,

Natsune-Kun


Tentang kontributor :

Natsune

Natsune

Blogger, model, dan penggemar tarot. Itu saja. Hehehe…

Buat yang ingin bertanya lebih lanjut bisa mengirimkan surel Anda ke

ask@tarot-telling.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *